BLOGGER TEMPLATES AND Blogger Templates »

Sabtu, 15 Januari 2011

Misteri Batu-batu Berjalan di California


Batu-batu di permukaan danau kering ini bisa berpindah tempat yang disertai jejaknya.
Minggu, 21 November 2010, 14:28 WIB
Muhammad Chandrataruna
Batu berjalan di Racetrack Playa (geology.com)
VIVAnews - Pernah dengar misteri batu meluncur atau batu berjalan? Ya, batu berjalan menjadi salah satu misteri yang paling menarik dari Death Valley National Park, tepatnya di danau kering Racetrack Playa, California-AS. Batu berjalan itu dapat ditemukan dengan mudah di permukaan Playa dengan jejak panjang di belakangnya.

Bagaimana mereka dapat bergerak atau berpindah masih menjadi misteri besar di benak para peneliti. Pasalnya, batu yang berjalan tidak hanya batu kecil yang mudah tertiup oleh angin. Ada beberapa batu besar dengan berat ratusan kilogram yang juga turut "jalan-jalan".

Pertanyaan besar yang tentu saja akan muncul kemudian: bagaimana cara mereke bergerak? Ini menjadi tantangan besar bagi para peneliti. Mengapa fenomena ini menjadi misteri? Karena, tidak ada satu orang pun yang pernah melihat ia berjalan.

Sampai hari ini, faktanya adalah tidak ada seorang atau satu organisasi pun yang mengetahui bagaimana batu-batu itu bisa berpindah tempat, meski beberapa orang sudah mempunyai penjelasannya masing-masing menurut nalar. Menarik untuk disimak.

Batu berjalan di Racetrack PlayaTapi, sebelumnya, sekadar diketahui apa dan di mana Racetrack Playa. Racetrack Playa adalah danau kering yang datar dengan panjang empat kilometer dan lebar sekitar dua kilometer. Terletak di California-AS, permukaannya terdiri dari batuan sedimen yang terbuat dari lumpur dan tanah liat.

Iklim di daerah ini juga kering. Hujan hanya terjadi beberapa inci per tahun. Namun, saat hujan, pegunungan terjal yang mengelilingi Racetrack Playa akan menyuplai air ke permukaan danau dan menyulapnya menjadi danau dangkal yang sangat luas. Sayangnya, ini hanya bertahan beberapa hari saja. Setelah itu, dalam keadaan basah, permukaannya berubah menjadi lumpur yang lembut dan licin.

Ada beberapa asumsi atau penjelasan tentang mengapa batu-batu di Racetrack Playa dapat berjalan. Semua penjelasan tersebut masuk akal. Bisa jadi Anda setuju dengan salah satunya. Namun, sampai saat ini belum ada yang dapat membuktikannya bersama-sama secara ilmiah.

Apakah mereka digerakkan oleh manusia atau hewan?
Jejak yang terbentuk di belakang batu menunjukkan bahwa batu-batu berjalan itu berpindah saat permukaan Racetrack Playa masih ditutupi dengan lumpur yang sangat lembut. Dan, di sekitar jejak batu, tidak ada lumpur yang rusak akibat jejak makhluk hidup lainnya. Artinya, sangat kecil kemungkinan batu tersebut dipindahkan oleh manusia dan hewan.

Apakah mereka digerakkan oleh angin?
Ini penjelasan paling favorit dan dipilih banyak orang karena dinilai paling mungkin. Bukan asal tebak atau sekedar menerka-nerka. Tapi, jika dipelajari dari jejak batu yang berjalan, arahnya sejajar dengan arah angin yang berhembus di Racetrack Playa, yakni dari barat daya ke arah timur laut.

Hembusan angin kencang diperkirakan mampu menyenggol batu sampai berpindah tempat. Kurva pada jejak batu tersebut dibentuk oleh pergeseran arah angin yang membawanya, karena interaksi angin dan batu tidak teratur.

Batu berjalan di Racetrack PlayaApakah mereka digerakkan oleh es?
Beberapa orang mengaku sempat menyaksikan Racetrack Playa tertutup oleh lapisan es tipis. Idenya, air membeku di sekitar batu. Lalu, angin berhembus di atas permukaan es dan menyeret lapisan es berikut batu yang tertancap di permukaan es.

Beberapa penelitian telah menemukan jejak sangat kongruen pada beberapa batu. Namun, seharusnya pengangkutan lapisan es besar diharapkan meninggalkan tanda para permukaan Playa. Sampai saat ini, tanda tersebut belum bisa dibuktikan.

Mungkin Anda setuju dengan salah satu dari beberapa penjelasan di atas. Atau, tidak ada salahnya jika Anda mempunyai penjelasan lain yang berbeda. Tetapi, mungkin cerita ini akan tetap menarik jika jawabannya tidak pernah diketahui dan menjadi misteri.

Ikan Jantan Jagoan Bangkitkan Gairah Betina


Para peneliti curiga efek ini juga terjadi pada manusia
Jum'at, 17 Desember 2010, 12:41 WIB
Indra Darmawan
Ikan jantan Cichlid hendak bertarung, ikan betina mengawas (Livescience.com)
VIVAnews - Bila Anda seekor ikan Cichlid jantan, sebaiknya Anda adalah ikan petarung. Sebab, ikan Cichlid jantan yang jago berkelahi bisa membuat para Cichlid betina klepek-klepek.
Menurut riset terakhir para ilmuwan, ikan-ikan Cichlid betina Afrika mendapatkan kesempatan reproduksi hanya ketika mereka mendapati Cichlid pejantan sebagai ikan yang memenangkan sebuah perkelahian. Birahi Cichlid betina akan terangsang bila ia mendapati pejantan mereka memenangkan perkelahian.
Menurut peneliti riset ini, Julie Desjardins, mungkin ini sama dengan seorang wanita yang mengencani seorang petinju dan ia melihat calon pasangannya berhasil menggebuki orang lain.
Desjardins, yang tengah menyelesaikan riset postdoctoral pada ilmu Biologi di Stanford University, mempelajari 15 ikan betina Cichlid bereaksi terhadap pertarungan ikan jantannya, dengan membedah otak ikan betina sesaat setelah melihat perkelahian.
Para peneliti memisahkan tiga cawan transparan yang terpisah terhadap masing-masing dua ikan jantan dan satu ikan betina. Memasuki hari kedua, ikan betina menunjukkan ketertarikan terhadap salah satu jantan yang ia pilih, dan sebaliknya jantan itu juga menunjukkan ketertarikkan kepada betina," kata Desjardins
Pada hari ketiga hari, dua ikan jantan disatukan dalam sebuah tempat. Karena Cichlid adalah ikan teritorial, maka tak lama kemudian perkelahian pun pecah. Kemudian para peneliti langsung membedah otak ikan betina untuk mengukur RNA-nya untuk melihat aktivasi di beberapa wailayah otak.
Hasilnya para peneliti mendapati ikan betina yang melihat pejantan pilihan mereka menang berkelahi, mengalami peningkatan aktivitas di wilayah otak yang menangani kepuasan dan reproduksi.
"Pada kasus ini, gairah ikan betina ini akan terbangkitkan dan mereka secara fisik siap untuk kawin dengan ikan pejantan jagoan tersebut," kata Desjardins. Lebih lanjut, peneliti akan meneliti respon ikan betina bila pejantan pilihan mereka kalah di pertarungan.
Setidaknya, para peneliti mencurigai bahwa efek ini juga terjadi tak hanya pada ikan, melainkan juga pada manusia. "Intuisi kami adalah respons ini juga terjadi pada manusia," kata Russ Fernald, Profesor Biologi Stanford, yan juga ikut dalam riset. (kd)

Ikan Lele Bermutasi Jadi Pemangsa Manusia


Seekor goonch berukuran 1,8 meter dan berat 75,5 kilogram berhasil ditangkap.
Rabu, 29 Desember 2010, 11:54 WIB
Muhammad Firman
Jeremy Wade dan Goonch Catfish, ikan sejenis 'lele' yang bermutasi menjadi pemakan daging (discovery.com)

VIVAnews - Sejak tahun 1998 hingga 2007, tiga orang lenyap tenggelam mendadak di Great Kali River, sungai yang melintang di perbatasan antara Nepal dan India utara. Hal ini sangat aneh karena kawasan itu bukanlah habitat buaya dan predator air lain.

Terakhir, dari saksi mata yang melihat kejadian, seorang anak terlihat diseret ke dalam air oleh sesuatu yang tampak seperti babi berukuran panjang. Setelah itu, korban tidak pernah terlihat lagi, hidup atau mati. Demikian pula sisa-sisa tubuh ataupun pakaiannya.

Kasus-kasus itu memicu Jeremy Wade, biolog asal Inggris untuk mengamati apa yang ada di dalam sungai tersebut. Pasalnya, serangan hanya terjadi di kawasan tertentu, sepanjang sekitar 6 sampai 8 kilometer. Kawasan itu, menurut keterangan penduduk, merupakan kawasan di mana mereka biasa melarungkan jasad saudara-saudara mereka yang telah meninggal setelah dibakar.

Setelah meneliti menggunakan alat pengukur kedalaman, ia memastikan tidak ada lubang ditemukan, artinya serangan tidak diakibatkan oleh turbulensi yang terjadi di air.

Benar saja, tak lama setelah itu, dari jarak sekitar 1 kilometer dari serangan terakhir, seekor kerbau yang sedang minum di sungai yang hanya memiliki kedalaman 1 meter diserang dan diseret oleh sesuatu dari dalam air.

“Apapun yang mampu menyeret kerbau sebesar itu pasti memiliki ukuran dan bobot seberat 90 sampai 140 kilogram,” ucap Wade, seperti dikutip dari Discovery, 29 Desember 2010.

Dalam penelitian bawah air, Wade menemukan goonch catfish, serupa ikan lele yang memiliki panjang satu meter. Namun ikan itu gagal ditangkap. Penelitian lebih lanjut, diketahui bahwa terdapat beberapa kelompok goonch dan enam di antaranya berukuran sebesar manusia.

Setelah gagal menangkap ikan itu dengan alat pemancing, Wade coba memancing pemunculan ikan itu menggunakan seonggok kayu bakar dan  disusun seolah-olah merupakan bekas kremasi jasad orang meninggal. Ternyata sukses.

Seekor goonch berukuran panjang 1,8 meter dan berbobot 75,5 kilogram, atau 3 kali lebih berat dibanding goonch lainnya berhasil ditangkap. Ikan ini diperkirakan cukup besar dan kuat untuk memakan seorang anak kecil, namun tak cukup besar untuk menyeret dan menyantap seekor kerbau.

Dari keterangan penduduk, Wade menyimpulkan bahwa ‘ikan lele’ itu telah bermutasi menjadi berselera terhadap daging manusia. Ikan juga tumbuh menjadi raksasa setelah terus mengonsumsi daging setengah matang sisa-sisa jasad manusia yang dilarungkan dan tenggelam di dasar sungai

BAHAYA RADIOAKTIF

Blog EntryBAHAYA RADIOAKTIFFeb 6, '08 7:07 AM
for everyone
Radioaktivitas pertama kali ditemukan pada tahun 1896 oleh ilmuwan Perancis Henri Becquerel ketika sedang bekerja dengan material fosforen. Material semacam ini akan berpendar di tempat gelap setelah sebelumnya mendapat paparan cahaya, dan dia berfikir pendaran yang dihasilkan tabung katoda oleh sinar-X mungkin berhubungan dengan fosforesensi. Karenanya ia membungkus sebuah pelat foto dengan kertas hitam dan menempatkan beragam material fosforen diatasnya. Kesemuanya tidak menunjukkan hasil sampai ketika ia menggunakan garam uranium. Terjadi bintik hitam pekat pada pelat foto ketika ia menggunakan garam uranium tesebut.

Tetapi kemudian menjadi jelas bahwa bintik hitam pada pelat bukan terjadi karena peristiwa fosforesensi, pada saat percobaan, material dijaga pada tempat yang gelap. Juga, garam uranium nonfosforen dan bahkan uranium metal dapat juga menimbulkan efek bintik hitam pada pelat.

Partikel Alfa tidak mampu menembus selembar kertas, partikel beta tidak mampu menembus pelat alumunium. Untuk menghentikan gamma diperlukan lapisan metal tebal, namun karena penyerapannya fungsi eksponensial akan ada sedikit bagian yang mungkin menembus pelat metal. Pada awalnya tampak bentuk radiasi yang baru ditemukan ini mirip dengan penemuan sinar-X. Akan tetapi, penelitian selanjutnya yang dilakukan oleh Becquerel, Marie Curie, Pierre Curie, Ernest Rutherford dan ilmuwan lainnya menemukan bahwa radiaktivitas jauh lebih rumit ketimbang sinar-X. Beragam jenis peluruhan bisa terjadi.


Sebagai contoh, ditemukan bahwa medan listrik atau medan magnet dapat memecah emisi radiasi menjadi tiga sinar. Demi memudahkan penamaan, sinar-sinar tersebut diberi nama sesuai dengan alfabet yunani yakni alpha, beta, dan gamma, nama-nama tersebut masih bertahan hingga kini. Kemudian dari arah gaya elektromagnet, diketahui bahwa sinar alfa mengandung muatan positif, sinar beta bermuatan negatif, dan sinar gamma bermuatan netral. Dari

besarnya arah pantulan, juga diketahui bahwa partikel alfa jauh lebih berat ketimbang partikel beta. Dengan melewatkan sinar alfa melalui membran gelas tipis dan menjebaknya dalam sebuah tabung lampu neon membuat para peneliti dapat mempelajari spektrum emisi dari gas yang dihasilkan, dan membuktikan bahwa partikel alfa kenyataannya adalah sebuah inti atom helium. Percobaan lainnya menunjukkan kemiripan antara radiasi beta dengan sinar katoda serta kemiripan radiasi gamma dengan sinar-X.

Para peneliti ini juga menemukan bahwa banyak unsur kimia lainnya yang mempunyai isotop radioaktif. Radioaktivitas juga memandu Marie Curie untuk mengisolasi radium dari barium; dua buah unsur yang memiliki kemiripan sehingga sulit untuk dibedakan.

Dewasa ini di beberapa negara maju pemanfaatan tenaga nuklir di berbagai bidang kehidupan masyarakat, seperti di bidang penelitian, pertanian, kesehatan, industri, dan energi sudah begitu pesat, maka sudah sewajarnya potensi tenaga nuklir yang cukup besar tersebut dikembangkan dan dimanfaatkan bagi sebesar-besar kemakmuran rakyat. Namun, di samping manfaatnya yang begitu besar tenaga nuklir juga mempunyai potensi bahaya radiasi terhadap pekerja, anggota masyarakat, dan lingkungan hidup apabila dalam pemanfaatan tenaga nuklir, ketentuan-ketentuan tentang keselamatan nuklir tidak diperhatikan dan tidak diawasi dengan sebaik-baiknya.
Pembinaan dan pengembangan kemampuan sumber daya manusia adalah syarat mutlak dalam rangka mendukung upaya pemanfaatan tenaga nuklir dan pengawasannya sehingga pemanfaatan tenaga nuklir benar-benar meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan tingkat keselamatan yang tinggi. Pembinaan dan pengembangan ini dilakukan juga untuk meningkatkan disiplin dalam mengoperasikan instalasi nuklir dan menumbuhkembangkan budaya keselamatan. Zat radio aktif adalah setiap zat yang memancarkan radiasi pengion dengan aktivitas jenis lebih besar daripada 70 kBq/kg atau 2 nCi/g (tujuh puluh kilobecquerel per kilogram atau dua nanocurie per gram). Angka 70 kBq/kg (2 nCi/g) tersebut merupakan patokan dasar untuk suatu zat dapat disebut zat radioaktif pada umum-nya yang ditetapkan berdasarkan ketentuan dari Badan Tenaga Atom Internasional (International Atomic Energy Agency). Namun, masih terdapat beberapa zat yang walaupun mempunyai aktivitas jenis lebih rendah daripada batas itu dapat dianggap sebagai zat radioaktif karena tidak mungkin ditentukan batas yang sama bagi semua zat mengingat sifat masing-masing zat tersebut berbeda.
Pengertian atau arti definisi pencemaran zat radioaktif adalah suatu pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh debu radioaktif akibat terjadinya ledakan reaktor-reaktor atom serta bom atom. Limbah radioaktif adalah zat radioaktif dan bahan serta peralatan yang telah terkena zat radioaktif atau menjadi radioaktif karena pengoperasian instalasi nuklir yang tidak dapat digunakan lagi.  yang paling berbahaya dari pencemaran radioaktif seperti nuklir adalah radiasi sinar alpha, beta dan gamma yang sangat membahayakan makhluk hidup di sekitarnya. Selain itu partikel-partikel neutron yang dihasilkan juga berbahaya. Zat radioaktif pencemar lingkungan yang biasa ditemukan adalah 90SR penyebab kanker tulang dan 131J.
Apabila ada makhluk hidup yang terkena radiasi atom nuklir yang berbahaya biasanya akan terjadi mutasi gen karena terjadi perubahan struktur zat serta pola reaksi kimia yang merusak sel-sel tubuh makhluk hidup baik tumbuh-tumbuhan maupun hewan atau binatang.
Efek serta Akibat yang ditimbulkan oleh radiasi zat radioaktif pada umat manusia seperti berikut di bawah ini : Pusing-pusing, Nafsu makan berkurang atau hilang, Terjadi diare, Badan panas atau demam, Berat badan turun, Kanker darah atau leukimia, Meningkatnya denyut jantung atau nadi.
Prev: UNAS 2008
Next: RADIASI ALAM PADA TUBUH KITA

Rabu, 12 Januari 2011

PROFIL GIN ICIMARU

, Menyeringai "....... tindakan intimidasi -. " Tite Kubo [1]
Gin Ichimaru (市丸 ギン, Ichimaru Gin ) was the Captain of the 3rd Division of the Gotei 13 until he betrayed Soul Society , alongside Sōsuke Aizen and Kaname Tōsen . Gin Ichimaru (市丸ギン, Ichimaru Gin) adalah Kapten Divisi 3 dari Gotei 13 sampai dia mengkhianati Soul Society , bersama Sosuke Aizen dan Kaname Tosen . His lieutenant was Izuru Kira . letnan nya Izuru Kira .

Contents Isi

[show]

Appearance Penampilan Edit bagian Penampilan Edit Edit

Gin with eyes open Gin dengan mata terbuka
Lemursrule Added by Lemursrule Ditambahkan oleh Lemursrule
Gin is fairly ordinary in terms of clothing, and doesn't wear any unique items. Gin cukup biasa dalam hal pakaian, dan tidak memakai item yang unik. His overall appearance, however, is not as normal. keseluruhan penampilan-Nya, bagaimanapun, tidak seperti biasa. He keeps his eyes constantly narrowed to slits (earning him the nickname "fox-face"), rarely ever opening his eyes which are found to be a bright sky blue. [2] Although he appears to be an early to mid twenty-year-old person, he is unusually thin and tall with very sharp features giving him a skeletal appearance. Dia terus menerus matanya menyipit (produktif dia julukan "rubah-muka"), jarang sekali membuka matanya yang ditemukan langit biru cerah. [2] Walaupun ia tampaknya menjadi awal hingga pertengahan dua puluh tahun orang-tua, ia biasa kurus dan tinggi dengan fitur yang sangat tajam memberinya penampilan kerangka. He bears unusual silver hair (his name refers to his hair color; gin [銀] is Japanese for silver). [2] He also keeps his face set in a wide mocking smile, which he only wipes off on rare occasions of annoyance, surprise, confusion, or even sadness. Ia menyandang rambut perak yang tidak biasa (namanya mengacu pada warna rambutnya; gin [银] adalah Jepang untuk perak). [2] Ia juga membuat wajahnya diatur dalam senyum mengejek lebar, yang ia hanya menghapus off pada kesempatan langka jengkel, terkejut, kebingungan, atau bahkan kesedihan.
In Hueco Mundo, his outfit, like Aizen's and Tōsen's, has been modified since the three abandoned Soul Society. Di Hueco Mundo, pakaian-nya, seperti Aizen dan Tosen, telah dimodifikasi sejak tiga ditinggalkan Soul Society. He now wears a long, white robe over his normal Shinigami hakama . Dia sekarang memakai putih, jubah panjang lebih dari Shinigami nya normal hakama . The hilt of his Zanpakutō is visible sticking out from under the robe through the opening down to his waist. Gagang Zanpakutō terlihat mencuat keluar dari bawah jubah melalui pembukaan sampai ke pinggangnya. Later Gin is seen wearing a white hakama like the Arrancar, instead of the black ones he was last seen in. Gin wears his robe open in a narrow 'V' down to his waist, closed to below the hips, and then open again to the hem, which falls about mid-calf. Kemudian Gin terlihat mengenakan hakama putih seperti Arrancar, bukan yang hitam dia terakhir terlihat masuk Gin mengenakan jubahnya terbuka di sempit 'V' turun ke pinggang, tertutup untuk di bawah pinggul, dan kemudian buka lagi untuk tepi, yang jatuh sekitar pertengahan betis. His robe has long bell sleeves, into which he hides his hands like one does with kimono sleeves. jubah-Nya telah lengan lonceng panjang, di mana dia menyembunyikan tangannya seperti seseorang dengan lengan kimono. The lining of the robe and edges or layers of the under-robe(s) appear to be black. Lapisan jubah dan tepi atau lapisan jubah-bawah (s) tampaknya hitam. From other examples, it is likely he is also wearing black tabi with white waraji. Dari contoh-contoh lain, kemungkinan dia juga memakai tabi hitam dengan waraji putih. His Zanpakutō is not visible with this outfit. Nya Zanpakutō tidak terlihat dengan pakaian ini.

Personality Kepribadian Edit bagian Kepribadian Edit Edit

Gin is one of the most mysterious Shinigami in the series, since his almost constant smile and slitted eyes, combined with his heavy use of sarcasm and mocking politeness, make it very difficult to discern his thoughts. Gin adalah salah satu Shinigami yang paling misterius dalam seri, karena senyumnya hampir konstan dan slitted mata, dikombinasikan dengan penggunaan berat nya sarkasme dan kesantunan mengejek, membuatnya sangat sulit untuk membedakan pikirannya. Many find his demeanor and appearance rather unsettling and there are very few who were willing to trust him even before he was revealed as a traitor. Banyak sikap dan penampilan agak mengganggu dan ada sangat sedikit yang bersedia untuk percaya padanya bahkan sebelum ia dinyatakan sebagai pengkhianat. Gin seems to be fully aware of the effect he has on others and more than once has been seen toying with people's emotional states for his own amusement. Gin tampaknya menyadari sepenuhnya dampak dia pada orang lain dan lebih dari sekali telah dilihat bermain-main dengan kondisi emosional orang-orang untuk hiburan sendiri. Both Rukia Kuchiki and Wonderweiss Margela have shown to be rather frightened of him, Rukia noting to herself that she felt like she was being strangled by snakes whenever he spoke, even if he was not speaking to her directly. Baik Rukia Kuchiki dan Wonderweiss Margela telah terbukti agak takut kepadanya, Rukia mencatat pada dirinya sendiri bahwa dia merasa seperti dia sedang dicekik oleh ular setiap kali ia berbicara, bahkan jika dia tidak berbicara langsung padanya. In the anime, Gin speaks with a distinct Kyoto dialect, which is polite but indirect. Dalam anime, Gin berbicara dengan dialek Kyoto yang berbeda, yang sopan tapi tidak langsung. His English dubbed voice is also formal and polite, but with a rather mocking and facetious undertone. Suaranya Inggris dijuluki juga formal dan sopan, tetapi dengan mengusung agak mengejek dan jenaka.
Ever since he was a child, dried persimmons have been his absolute favorite food. Sejak dia masih kecil, telah kering persimmons makanan mutlak favoritnya. Gin planted and raised many persimmon trees around the 3rd division offices, and makes the dried persimmons himself, then distributes them to other divisions. Gin ditanam dan mengangkat pohon kesemek di seluruh kantor divisi 3, dan membuat kesemek kering sendiri, kemudian mendistribusikan mereka ke divisi lain. Once he wound up eating a dried sweet potato, thinking, "Oh, it's a dried persimmon!" Begitu ia luka makan ubi jalar kering, berpikir, "Oh, itu adalah kesemek kering!" and he hated it. dan ia membencinya. When he has free time, Captain Ichimaru goes on walks around Seireitei. Ketika ia memiliki waktu luang, Kapten Ichimaru terus berjalan mengelilingi Seireitei. Although his hobby is people-watching, it seems like he is possibly hunting around and searching for an opportunity to create mischief with some poor victim. Meskipun hobinya adalah orang-menonton, tampaknya seperti dia mungkin berburu sekitar dan mencari kesempatan untuk membuat kerusakan dengan beberapa korban miskin. The gentlemen of the 3rd Division are contrary, and they have the kind of attitude that enjoys that mean-spiritedness. Tuan-tuan dari Divisi 3 bertentangan, dan mereka memiliki sikap seperti yang menikmati yang spiritedness-berarti. He also has incredible skill at needle threading. [3] Dia juga memiliki keahlian yang luar biasa di threading jarum. [3]

History Sejarah Edit bagian Sejarah Edit Edit

Gin offers Rangiku food Gin menawarkan makanan Rangiku
Tinni Added by Tinni Ditambahkan oleh Tinni
While living in Rukongai as a child, Gin found Rangiku Matsumoto , a child herself, collapsed on the ground. Meskipun tinggal di Rukongai sebagai seorang anak, ditemukan Gin Rangiku Matsumoto , seorang anak dirinya, jatuh di tanah. He offered her some dried persimmon, which he was carrying at the time, telling her that if she could collapse due to hunger, she must have spiritual energy . Dia menawarkan dirinya beberapa kesemek kering, yang membawa pada saat itu, mengatakan bahwa jika dia bisa runtuh karena lapar, ia harus memiliki energi spiritual . Rangiku recognized that he must have spiritual energy as well. Rangiku mengakui bahwa ia harus memiliki energi spiritual juga. Following Gin introducing himself to Rangiku, Rangiku commented on the strangeness of his first name. [4] Gin and Rangiku's shared love of dried persimmon can be traced to that day. [5] It was later revealed that on that day, he also saw three Shinigami leaving the area Rangiku was in. [6] Following their meeting, Gin and Rangiku started to live together and it was during their time together that Gin asked Rangiku when her birthday was and she replied she didn't know, as she never really counted the days until she met him. Setelah Gin memperkenalkan dirinya kepada Rangiku, Rangiku mengomentari keanehan nama pertamanya. [4] Gin dan Teman-berbagi kasih Rangiku kesemek kering dapat ditelusuri ke hari itu. [5] Ia kemudian mengungkapkan bahwa pada hari itu, ia juga melihat tiga Shinigami meninggalkan area Rangiku itu masuk [6] Setelah pertemuan mereka, Gin dan Rangiku mulai hidup bersama dan itu selama mereka bersama bahwa Gin tanya Rangiku saat ulang tahunnya dan dia menjawab dia tidak tahu, karena dia tidak pernah benar-benar menghitung hari sampai dia bertemu dengannya. Gin then told her that from then on, the day they met would be her birthday. [7] Gin kemudian mengatakan bahwa mulai saat itu, hari mereka bertemu akan hari ulang tahunnya. [7]
Gin also encountered Aizen while he and Rangiku still lived in Rukongai . Gin juga ditemui Aizen sementara ia dan Rangiku masih tinggal di Rukongai . While gathering firewood in a forest, when he spotted Aizen and three other Shinigami (who were kneeling on the ground before him), through a clearing in the brush. Sementara pengumpulan kayu bakar di hutan, ketika dia melihat Aizen dan tiga Shinigami lainnya (yang berlutut di tanah di depannya), melalui kliring di sikat. Spying on them, he saw Aizen take the Hōgyoku from one of the Shinigami's hands and put it in a glass. [8] Gin recognised Aizen's companion as the Shinigami he saw leaving the area where he found Rangiku. [6] He watched on as Aizen gave the Hōgyoku back to the Shinigami, and Gin realized Aizen must be the leader. Memata-matai mereka, dia melihat Aizen mengambil Hōgyoku dari salah satu Shinigami's tangan dan memasukkannya ke dalam gelas. [8] Gin diakui's pendamping Aizen sebagai Shinigami ia melihat meninggalkan daerah di mana ia menemukan Rangiku. [6] Ia melihat di sebagai Aizen memberikan Hōgyoku kembali ke Shinigami, dan Gin menyadari Aizen harus menjadi pemimpin. He then resolves to do something to Aizen. [9] Dia kemudian memutuskan untuk melakukan sesuatu untuk Aizen. [9]
Gin had a habit of leaving Rangiku and not telling her where he was going. [10] During one such incident, Rangiku found Gin draped in a Shinigami's Shihakushō with blood on his face. Gin punya kebiasaan meninggalkan Rangiku dan tidak memberitahu padanya di mana ia akan pergi. [10] Dalam salah satu insiden seperti itu, Gin Rangiku ditemukan terbungkus dalam Shinigami's Shihakushō dengan darah di wajahnya. When Rangiku asked him what he was up to, he replied that he had decided to become a Shinigami and change things so they would end without Rangiku having to cry. [11] Gin and Rangiku joined the Shinō Academy together. [5] Since then, Rangiku has been one of the few people Gin seems to truly care for. [12] Ketika Rangiku bertanya kepadanya apa yang dia lakukan, dia menjawab bahwa ia telah memutuskan untuk menjadi Shinigami dan hal-hal berubah sehingga mereka akan berakhir tanpa Rangiku harus menangis. [11] Gin dan Rangiku bergabung dengan Akademi Shino bersama-sama. [5] Sejak itu , Rangiku telah menjadi salah satu dari sedikit orang Gin tampaknya benar-benar peduli. [12]
Gin as a child after killing the 5th Squad's 3rd seat. Gin sebagai anak setelah membunuh Squad ke-5 3 kursi.
Nirrge Added by Nirrge Ditambahkan oleh Nirrge
Approximately 110 years ago Gin graduated from the Academy after just one year, and was given a seated position in the 5th Division. Sekitar 110 tahun yang lalu Gin lulus dari Akademi setelah hanya satu tahun, dan diberi posisi duduk di Divisi 5. One night, Aizen found Gin after the latter had killed the then 3rd Seat of the 5th Division. Suatu malam, Aizen ditemukan Gin setelah terakhir telah membunuh kemudian 3 Seat dari Divisi 5. Aizen praised Gin's efforts and asked his opinion of the 3rd Seat, to which Gin replied that the 3rd Seat was worthless. Aizen memuji upaya Gin dan meminta pendapat tentang 3 Seat, yang Gin menjawab bahwa ke-3 Seat tidak berharga. Aizen immediately gave Gin the now vacant 3rd seat of the 5th Division and covered-up the fact that Gin had killed the 3rd Seat. [13] Aizen segera memberikan Gin sekarang kosong 3 kursi dari Divisi 5 dan menutupi-up fakta bahwa Gin telah membunuh 3 Seat. [13]
9 years later Gin is shown to be involved in Aizen's plot and assisting him in the Hollowfication of high ranking Shinigami. [14] He is present at the Hollowfication of the investigation team sent by Captain-Commander Yamamoto. 9 tahun kemudian Gin ditampilkan untuk terlibat dalam's plot Aizen dan membantu dia di Hollowfication dari Shinigami peringkat tinggi. [14] Dia hadir pada Hollowfication dari tim investigasi yang dikirim oleh Kapten-Komandan Yamamoto. He watched the conversation between Shinji Hirako and Aizen. Dia melihat percakapan antara Shinji Hirako dan Aizen. He didn't seem surprised at the arrival of captains Kisuke Urahara and Tessai Tsukabishi . [15] Aizen proceeded to leave the scene of the crime with his henchmen, stating that "there's nothing more to do there". Dia tidak tampak terkejut melihat kedatangan kapten Kisuke Urahara dan Tessai Tsukabishi . [15] Aizen melanjutkan untuk meninggalkan tempat kejadian kejahatan dengan kaki tangannya, menyatakan bahwa "tidak ada lagi yang perlu dilakukan di sana". To stop them from retreating, Tessai performed Hadō #88, Hiryugekizokushintenraiho against them, only to be countered by Aizen using Bakudō #81, Danku , enabling their escape. [16] Untuk menghentikan mereka dari mundur, Tessai dilakukan Hado # 88, Hiryugekizokushintenraiho melawan mereka, hanya untuk diatasi oleh Aizen menggunakan Bakudō # 81, Danku , memungkinkan pelarian mereka. [16]
Some time after this, after Aizen became Captain of the 5th, Aizen told Gin the secret to avoiding Kyōka Suigetsu's complete hypnosis. Beberapa waktu setelah ini, setelah Aizen menjadi Kapten dari 5, Aizen mengatakan Gin rahasia untuk menghindari's melengkapi hipnosis Suigetsu Kyōka. Gin was still a child at the time. [17] Gin masih seorang anak pada saat itu. [17]
Gin as Aizen's Lieutenant. Gin sebagai Letnan Aizen's.
Arrancar109 Added by Arrancar109 Ditambahkan oleh Arrancar109
Sometime later, Gin served as the lieutenant of the 5th Division under Captain Sōsuke Aizen . Beberapa waktu kemudian, Gin menjabat sebagai letnan dari Divisi 5 di bawah Kapten Sosuke Aizen . Aizen and Gin saved the surviving young recruits of the Shinigami Academy - Momo Hinamori , Izuru Kira , and Renji Abarai , who were out on a field exercise, from a group of huge Hollows . Aizen dan Gin menyelamatkan merekrut muda yang masih hidup dari Akademi Shinigami - Hinamori Momo , Izuru Kira , dan Renji Abarai , yang keluar di latihan lapangan, dari sekelompok besar Hollows . Kira would later become the Lieutenant of the 3rd Division under Gin [18] [19] Kira kemudian akan menjadi Letnan dari Divisi 3 di bawah Gin [18] [19]
Gin eventually became the captain of the 3rd Division around the same time that Byakuya Kuchiki became captain of the 6th Division (less than 49 years ago). Gin akhirnya menjadi kapten dari Divisi 3 sekitar waktu yang sama yang Kuchiki Byakuya menjadi kapten dari Divisi 6 (kurang dari 49 tahun yang lalu). Gin however, even as a captain of his own division, was still a loyal subordinate to Aizen. [20] [21] Gin Namun, bahkan sebagai kapten divisi sendiri, masih merupakan bawahan setia kepada Aizen. [20] [21]
At some point during their captaincy, Aizen, Gin and Tōsen secretly visited Baraggan Luisenbarn , the King of Hueco Mundo and Lord of Las Noches . Pada beberapa titik selama kapten mereka, Aizen, Gin dan Tosen diam-diam mengunjungi Baraggan Luisenbarn , Raja Hueco Mundo dan Tuhan dari Las Noches . Aizen and Baraggan engaged in a light conversation as Gin and Tōsen looked on. Aizen dan Baraggan terlibat dalam percakapan ringan seperti Gin dan Tosen memandang. Aizen then released his Shikai and showed Baraggan the decimation of his army by the two other captains. [22] Aizen kemudian merilis Shikai dan menunjukkan Baraggan yang penipisan tentaranya oleh dua kapten lain. [22]

Plot Alur Edit bagian Plot Edit Edit

Agent of the Shinigami arc Agen dari Shinigami busur Edit Agen dari bagian Shinigami busur Edit Edit

Ichimaru taking Kenpachi away by force Ichimaru mengambil Kenpachi pergi dengan paksa
Yyp Added by Yyp Ditambahkan oleh Yyp
Gin first appears with Kenpachi Zaraki , and both were teasing Byakuya Kuchiki about his sister Rukia Kuchiki being sentenced to death, saying that he is depressed, as a noble family wouldn't stand to have a criminal as a member. Gin pertama kali muncul dengan Kenpachi Zaraki , dan keduanya menggoda Kuchiki Byakuya tentang adiknya Rukia Kuchiki dijatuhi hukuman mati, mengatakan bahwa dia depresi, sebagai keluarga yang mulia tidak akan berdiri untuk memiliki pidana sebagai anggota. Byakuya says that he didn't think lower class people could understand the feelings of nobles. Byakuya mengatakan bahwa ia tidak berpikir orang kelas bawah dapat memahami perasaan bangsawan. Kenpachi counters by telling him not really but he is very bright, and since he is so bright why doesn't Byakuya allow him to finish Rukia off before she is executed. counter Kenpachi dengan mengatakan dia tidak benar-benar tapi dia sangat cerah, dan karena ia begitu terang mengapa tidak Byakuya mengijinkannya untuk menyelesaikan Rukia mati sebelum ia dieksekusi. Byakuya states he didn't know with Kenpachi's level he could actually kill people. Byakuya menyatakan ia tidak tahu dengan tingkat Kenpachi, ia benar-benar bisa membunuh orang. Kenpachi challenges him and the two were about to engage in combat but Gin stopped Kenpachi by tying him up and carrying him away. [23] Kenpachi tantangan dia dan kedua adalah tentang untuk terlibat dalam pertempuran tetapi Gin berhenti Kenpachi dengan mengikat dia dan membawa dia pergi. [23]

Soul Society arc Soul Society busur Edit bagian Soul Society busur Edit Edit

Gin as Captain of the 3rd Division . Gin sebagai Kapten Divisi 3 .
Akami.40 Added by Akami.40 Ditambahkan oleh Akami.40
After Ichigo Kurosaki defeats the gatekeeper, Jidanbō Ikkanzaka , in his quest to save Rukia Kuchiki , Jidanbō lifts the gate to give Ichigo Kurosaki and his companions access to the interior portion of Soul Society. Setelah Ichigo Kurosaki mengalahkan gatekeeper, Jidanbō Ikkanzaka , dalam usahanya untuk menyelamatkan Rukia Kuchiki , Jidanbō mengangkat pintu gerbang untuk memberikan Ichigo Kurosaki dan akses sahabatnya untuk bagian interior Soul Society. Upon opening the gate, Ichigo finds Gin Ichimaru waiting for him on the other side. Setelah membuka gerbang, Ichigo menemukan Gin Ichimaru menunggunya di sisi lain. Gin purposefully exerts just enough effort to keep them from entering instead of killing them as he should have. [24] [25] Gin sengaja exerts hanya usaha yang cukup untuk menjaga mereka masuk bukan membunuh mereka seperti seharusnya. [24] [25]
Later, a meeting of the thirteen division captains is called for him to explain his suspicious actions. Kemudian, pertemuan kapten divisi tiga belas disebut baginya untuk menjelaskan tindakan yang mencurigakan itu. Gin, being one of the thirteen captains, should have had no trouble destroying them. Gin, menjadi salah satu dari tiga belas kapten, seharusnya tidak memiliki kesulitan menghancurkan mereka. Gin merely chalks it up to a mistake on his part. [26] Gin hanya kapur itu sampai kesalahan pada bagian itu. [26]
Upon dispersal of the meeting, 10th Division Captain Tōshirō Hitsugaya overhears a scripted exchange between 5th Division Captain Sōsuke Aizen and Gin, which is meant to further increase his suspicions of Gin's foul play; the exchange hints that Gin intends to kill Aizen. [27] Setelah penyebaran pertemuan, 10 Divisi Kapten Toushirou Hitsugaya sengaja mendengar pertukaran scripted antara 5 Divisi Kapten Sosuke Aizen dan Gin, yang dimaksudkan untuk lebih meningkatkan kecurigaan tentang's busuk Gin bermain, bahwa petunjuk pertukaran Gin bermaksud untuk membunuh Aizen. itu [27]
Hinamori tries to kill Gin Hinamori berusaha untuk membunuh Gin
Logeys Added by Logeys Ditambahkan oleh Logeys
As a result, Tōshirō later warns Aizen's lieutenant, Momo Hinamori , that Aizen's life might be in danger due to Gin and that Gin's lieutenant Izuru Kira, on good terms with her, might also be tainted. [28] The next day, Aizen's impaled body is discovered by Momo, who immediately suspects Gin is the murderer; his appearance at the crime scene shortly after the fact and carefree attitude despite the seriousness of the situation only seem to confirm this. Akibatnya, Toushirou kemudian memperingatkan's letnan Aizen, Momo Hinamori , itulah kehidupan Aizen mungkin dalam bahaya karena Gin dan bahwa Gin's letnan Izuru Kira, hubungan baik dengan dia, mungkin juga akan tercemar. [28] Keesokan harinya, Aizen's ditombak tubuh ditemukan oleh Momo, yang langsung tersangka Gin adalah pembunuh; penampilannya di TKP sesaat setelah fakta dan sikap riang meskipun keseriusan situasi hanya tampaknya untuk mengkonfirmasi hal ini. In a rage, Momo attacks Gin, but is intercepted by Izuru. Dalam marah, Momo serangan Gin, namun dicegat oleh Izuru. Lost in her rage, Hinamori releases her Zanpakutō and fires an energy blast at Gin, but it harmlessly curves away from its intended target. Lost in kemarahannya, Hinamori melepaskan Zanpakutō dan kebakaran sebuah ledakan energi di Gin, tapi tanpa bahaya kurva jauh dari target yang dimaksudkan. Kira also releases his Zanpakutō in an attempt to stop her, but both are stopped by Hitsugaya and arrested. Kira juga rilis Zanpakutō dalam upaya untuk menghentikannya, namun keduanya dihentikan oleh Hitsugaya dan ditangkap. After they are taken away, Tōshirō notes that Gin was preparing to kill Momo. Setelah mereka dibawa pergi, Toushirou mencatat bahwa Gin sedang mempersiapkan untuk membunuh Momo. Gin calmly denies it, and Tōshirō threatens to kill Gin if even one drop of Momo's blood should be shed on his account. [29] Tenang gin menyangkal, dan Toushirou mengancam untuk membunuh Gin jika bahkan satu tetes darah di Momo harus ditumpahkan pada account-nya. [29]
Tōshirō Hitsugaya fighting Gin. Hitsugaya Toushirou pertempuran Gin.
Gojita Added by Gojita Ditambahkan oleh Gojita
After Gin releases Izuru from his cell, Tōshirō becomes suspicious and confronts the lieutenant and captain together. Setelah Gin rilis Izuru dari selnya, Toushirou menjadi curiga dan menghadapi letnan dan kapten bersama-sama. He is interrupted by Momo, who now thinks that Tōshirō murdered Aizen, and subsequently tries to kill him. Dia terganggu oleh Momo, yang sekarang berpikir bahwa Toushirou Aizen dibunuh, dan kemudian mencoba untuk membunuhnya. She grips her sword so tightly that her hands bleed. Dia genggaman pedangnya begitu erat yang tangannya berdarah. Tōshirō acts upon his earlier threat and attacks Gin, releasing his Zanpakutō and warning Kira to get out of the way (he suggests at least a twelve-kilometer gap). Toushirou bertindak atas ancaman sebelumnya dan serangan Gin, melepaskan Zanpakutō dan peringatan Kira untuk keluar dari jalan (dia menyarankan setidaknya celah dua belas kilometer). During their fight, Tōshirō successfully freezes Gin's left arm, causing him to open his eyes and drop his smile for the first time. Selama perjuangan mereka, Toushirou berhasil membeku lengan kiri Gin, menyebabkan dia membuka matanya dan drop senyumnya untuk pertama kalinya. Upon being trapped by Tōshirō, he attempts to kill Momo as a distraction, but his attack is blocked by Rangiku Matsumoto , who threatens to fight him if he doesn't stop; [30] Gin relents and disappears without saying a word. Setelah terjebak oleh Toushirou, ia mencoba untuk membunuh Momo sebagai selingan, namun serangan diblokir oleh Rangiku Matsumoto , yang mengancam untuk melawan dia jika dia tidak berhenti; [30] mengalah Gin dan menghilang tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Rangiku remembers that Gin has also disappeared in such a way in the past, leaving her to wonder what he was up to. [31] Rangiku ingat bahwa Gin juga menghilang sedemikian rupa di masa lalu, meninggalkan dia bertanya-tanya apa yang dia lakukan. [31]
Gin caught by Rangiku Gin tertangkap oleh Rangiku
Tinni Added by Tinni Ditambahkan oleh Tinni
Later, as Rukia is being led to her execution, Gin briefly appears on the bridge to tease her by giving her hope that he would stop the execution if she asked, only to admit he was lying after doing so, thus destroying Rukia's hard-built peace over her coming execution and showing just how sadistic he can be. Kemudian, ketika Rukia sedang menyebabkan eksekusi nya, Gin sebentar muncul di jembatan menggodanya dengan memberikan harapan bahwa ia akan menghentikan eksekusi jika dia bertanya, hanya untuk mengakui bahwa ia berbohong setelah melakukan hal tersebut, sehingga menghancurkan Rukia sulit dibangun damai atas eksekusi datang dan menunjukkan betapa sadis ia bisa. It is at this point that Rukia mentions her fear of him. Hal ini pada titik inilah Rukia menyebutkan ketakutannya dia. This serves only to increase suspicions that Gin was the orchestrator of her execution. [32] Ini hanya melayani untuk meningkatkan kecurigaan bahwa Gin adalah orkestra eksekusi nya. [32]
When Aizen is revealed to be the mastermind behind the entire conspiracy, Gin is revealed to be nothing more than a subordinate and decoy. [33] As Aizen extracts the Hōgyoku from Rukia's body, he instructs Gin to kill her. Ketika Aizen diturunkan menjadi dalang di balik konspirasi seluruh, Gin diturunkan menjadi tak lebih dari bawahan dan umpan. [33] Sebagai Aizen mengekstrak Hōgyoku dari Tubuh Rukia, ia memerintahkan Gin membunuhnya. He releases his Zanpakutō, but Byakuya Kuchiki appears and rescues Rukia, taking the hit in her place. [34] Aizen, Gin, and Kaname Tōsen are then cornered by most of the other lieutenants and captains. Dia rilis Zanpakutō, namun Kuchiki Byakuya muncul dan menyelamatkan Rukia, mengambil hit di tempat itu. [34] Aizen, Gin, dan Kaname Tosen kemudian terpojok oleh sebagian besar lainnya letnan dan kapten. Gin is captured by his friend, Rangiku. [35] The three escape to Hueco Mundo with the help of the Menos Grande and are deemed traitors to Soul Society. Gin ditangkap oleh temannya, Rangiku. [35] yang melarikan diri tiga sampai Hueco Mundo dengan bantuan Grande menos dan dianggap pengkhianat ke Soul Society. Before leaving, Gin tells Rangiku he would have liked to be held by her a little while longer, and apologizes to her (this being another rare moment where he is seen without a smile). [36] Sebelum berangkat, Gin Rangiku mengatakan ia akan menyukai yang akan diadakan oleh sementara dia sedikit lebih lama, dan meminta maaf padanya (yang lain saat ini langka di mana dia terlihat tanpa senyum). [36]

Arrancar arc Arrancar arc Edit bagian Arrancar arc Edit Edit

Gin eavesdropping on Aizen Gin menguping pada Aizen
Tinni Added by Tinni Ditambahkan oleh Tinni
After Kaname Tōsen severs and destroys Grimmjow Jaegerjaquez 's arm, Gin accuses Aizen of being cruel and playing with his subordinates just as Aizen comes down from his throne room. Setelah Kaname Tosen severs dan menghancurkan Grimmjow Jaegerjaquez lengan ', Gin menuduh Aizen menjadi kejam dan bermain dengan anak buahnya seperti Aizen turun dari kamar takhtanya. Aizen notes that Gin was eavesdropping. catatan Aizen bahwa Gin telah menguping. Gin points out that Aizen knew that Tōsen would do that as soon as Aizen said what he did. Gin menunjukkan bahwa Aizen tahu bahwa Tosen akan melakukannya sesegera Aizen mengatakan apa yang dia lakukan. Gin goes on to remind Aizen that they lost five Arrancar. Gin terus untuk mengingatkan Aizen bahwa mereka kehilangan lima Arrancar. Aizen replies that it is of no concern as they were merely Gillians. Aizen menjawab bahwa hal itu bukanlah masalah karena mereka hanya Gillians. Aizen goes on to say that when they have assembled enough Vasto Lordes, the Espada will be complete and then no one will be able to stop them. [37] Aizen terus mengatakan bahwa ketika mereka telah mengumpulkan cukup Vasto Lordes, Espada akan menjadi lengkap dan kemudian tak seorang pun akan dapat menghentikan mereka. [37]

Hueco Mundo arc Hueco Mundo arc Edit bagian Hueco Mundo arc Edit Edit

Gin Ichimaru arrives with Sōsuke Aizen and Kaname Tōsen for the Espada meeting Gin Ichimaru tiba dengan Sosuke Aizen dan Kaname Tosen untuk pertemuan Espada
Arrancar109 Added by Arrancar109 Ditambahkan oleh Arrancar109
When Ichigo and his friends invade Hueco Mundo , he, Tōsen, and Aizen go into a meeting with the Espada to talk about the intruders. [38] When Aizen sits down Tōsen and Gin stand behind him. [39] Ketika Ichigo dan teman-temannya menyerbu Hueco Mundo , dia, Tosen, dan Aizen pergi ke pertemuan dengan Espada untuk berbicara tentang para penyusup. [38] Ketika duduk Tosen Aizen dan Gin berdiri di belakangnya. [39]
While Tōsen is monitoring the intruders, he is approached by Gin who calls it a bad hobby of his. Sementara Tosen adalah memantau penyusup, ia didekati oleh Gin yang menyebutnya hobi buruk nya. Tōsen merely comments that he too must be worried about the intruders since he also came, only for Gin to say that he was joking. Tosen hanya komentar bahwa ia juga harus khawatir tentang penyusup karena dia juga datang, hanya untuk Gin untuk mengatakan bahwa dia bercanda. When Gin tries to enter he is stopped by Wonderweiss Margela and asks Tōsen to deal with him. Ketika Gin mencoba untuk memasukkan dia dihentikan oleh Wonderweiss Margela dan meminta Tosen berurusan dengan dia. As Gin notes how Wonderweiss has gotten attached to Tōsen, Tōsen goes on to explain how pure beings tend to be attracted to one another, although he has yet to determine how Wonderweiss is a pure being. Sebagai Gin mencatat bagaimana Wonderweiss telah mendapatkan melekat Tosen, Tosen melanjutkan dengan menjelaskan bagaimana murni makhluk cenderung tertarik satu sama lain, meskipun ia belum menentukan bagaimana Wonderweiss adalah murni sedang. Gin then sees that they have passed into the "Den of Tres Cifras". [40] Gin kemudian melihat bahwa mereka telah pergi ke "Den dari Tres Cifras". [40]
Gin playing with corridor controls Gin bermain dengan koridor kontrol
Tinni Added by Tinni Ditambahkan oleh Tinni
Gin is later seen with Aizen when the news of Dordoni Alessandro Del Socaccio 's demise is brought to him. Gin kemudian dilihat dengan Aizen ketika berita Dordoni Alessandro Del Socaccio kematian s 'dibawa kepadanya. When they are left alone, Gin comments on how Aizen seems to be enjoying himself despite the fact that his subordinates are losing and those kids are getting ever closer. Ketika mereka dibiarkan saja, komentar Gin tentang bagaimana Aizen tampaknya akan menikmati dirinya sendiri terlepas dari kenyataan bahwa bawahannya kehilangan dan anak-anak semakin semakin dekat. Aizen confesses that he is enjoying himself and asks Gin if he finds this strange. Aizen mengaku bahwa ia menikmati dirinya sendiri dan meminta Gin jika dia menemukan ini aneh. Gin states that he does not find this strange and in fact, is feeling something like enjoyment himself. [41] Gin menyatakan bahwa ia tidak menemukan ini dan pada kenyataannya, adalah merasa sesuatu yang aneh seperti kenikmatan sendiri. [41]
As Rukia Kuchiki encounters Aaroniero Arruruerie in Kaien Shiba 's body, Gin is seen operating a control panel. Ulquiorra Cifer walks in as he does so, wanting to know about the intruders' progress. Sebagai Rukia Kuchiki pertemuan Aaroniero Arruruerie di Kaien Shiba 'tubuh, Gin terlihat operasi panel kontrol. Ulquiorra Cifer berjalan di saat dia melakukannya, ingin tahu tentang penyusup 'kemajuan. Rather than answer the question, Gin comments on the fact that Ulquiorra approached him at all, as he had thought that Ulquiorra hates him. Alih-alih menjawab pertanyaan, komentar Gin pada kenyataan bahwa Ulquiorra mendekati sama sekali, karena ia berpikir bahwa Ulquiorra membenci dia. Ulquiorra denies this, and Gin tells him to act friendlier. Ulquiorra menyangkal ini, dan Gin memberitahu dia untuk bertindak ramah. Gin follows up by saying that he feels lonely after Luppi died. Gin berikut dengan mengatakan bahwa ia merasa kesepian setelah Luppi meninggal. Ulquiorra brings the conversation back on track by asking if Gin has been moving the halls from their original positions. Ulquiorra membawa pembicaraan kembali ke jalur dengan menanyakan apakah Gin telah bergerak aula dari posisi asli mereka. Gin cheerfully denies it, saying that he would not do that to "those kids" and that he also hates sad stories. [42] Gin riang membantah, mengatakan bahwa dia tidak akan melakukan itu untuk "anak-anak" dan bahwa ia juga membenci cerita sedih. [42]
He is later seen with Aizen and Tōsen when the former reveals his true plans and leaves with the two to invade Karakura Town . [43] Dia kemudian terlihat dengan Aizen dan Tosen ketika mantan mengungkapkan rencana sejati dan daun dengan dua untuk menyerang Karakura Town . [43]

Fake Karakura Town arc Fake Karakura Town busur Edit bagian Fake Karakura Town busur Edit Edit

Gin caught in Yamamoto's flame prison Gin tertangkap di penjara api Yamamoto
Tinni Added by Tinni Ditambahkan oleh Tinni
He later appears with Aizen and Kaname at the fake Karakura Town to do battle with the Gotei 13 . Dia kemudian muncul dengan Aizen dan Kaname di Kota Karakura palsu untuk melakukan pertempuran dengan Gotei 13 . However, the three are promptly trapped by the Captain-Commander's Shikai. [44] After Izuru angrily cuts Avirama Redder for lightly mentioning Gin's name, Gin claims that he is pleased that his former lieutenant is doing well in his absence. [45] When Hinamori arrives to help Matsumoto, Aizen appears somewhat fazed by her appearance but when Gin notes this Aizen only states that her presence won't make any difference. [46] Namun, ketiganya segera terperangkap oleh Kapten-Komandan Shikai. [44] Setelah Izuru marah pemotongan Avirama merah untuk ringan menyebut nama Gin, klaim Gin bahwa ia senang bahwa letnan mantan baik-baik tanpa kehadirannya. [45] Ketika Hinamori datang untuk membantu Matsumoto, Aizen muncul agak terperangah oleh penampilannya tapi ketika Gin catatan ini hanya menyatakan Aizen bahwa kehadirannya tidak akan ada bedanya. [46]
He is later seen again when Fūrā arrives in the Fake Karakura Town, alongside Wonderweiss Margela , and blows out the fire prison that Yamamoto had encased Aizen, Gin and Tōsen in. He is heard remarking about the smell of the Hollow's breath, commenting that it's the smell of death, and is then seen walking free with his two comrades. [47] Dia kemudian terlihat lagi ketika fura tiba di Fake Karakura Town, bersama Wonderweiss Margela , dan pukulan keluar penjara kebakaran yang Yamamoto telah terbungkus Aizen, Gin dan Tosen masuk Dia mendengar berkomentar tentang bau Hollow nafas, berkomentar bahwa itu bau kematian, dan kemudian terlihat berjalan bebas dengan dua sahabat. [47]
After the Visored shows up, he states how nostalgic it was seeing their faces. [48] Gin is next seen commenting on the noises that Wonderweiss makes calling him a noisy brat that ruins the mood, and expressing that he hates when he's like that. Setelah Visored muncul, ia menyatakan bagaimana nostalgia itu melihat wajah mereka. [48] Gin adalah berikutnya dilihat mengomentari suara-suara yang Wonderweiss membuat menyebutnya brat berisik yang reruntuhan mood, dan menyatakan bahwa ia membenci kalau dia seperti itu. Tōsen responds that his words have meaning and that he should just watch. [49] Upon witnessing Mashiro Kuna easily defeat Fūrā , he comments that Fūrā was Wonderweiss's favorite, while smiling more than usual. [50] When Mashiro drop kicks Wonderweiss, he laughs and makes the comment of "poor thing." [51] Tosen menjawab bahwa kata-katanya memiliki makna dan bahwa ia hanya harus melihat. [49] Setelah menyaksikan Mashiro Kuna mudah mengalahkan fura , dia komentar bahwa fura adalah favorit Wonderweiss, sambil tersenyum lebih dari biasanya. [50] Ketika drop Mashiro tendangan Wonderweiss, dia tertawa dan membuat komentar "Kasihan." [51]
Gin bifurcates Hiyori. Gin bifurkasio Hiyori.
Tinni Added by Tinni Ditambahkan oleh Tinni
While the Gotei 13 and the Visored were fighting the Espada, Ichimaru was fighting against Shinji until Aizen observes the death of the 2nd Espada and 1st Espada and 3rd Espada fight and tells Gin that it was enough and that they were going to end things. [52] When Hiyori Sarugaki falls for one of Aizen's taunts and begins to charge him, Gin uses his Shikai to bifurcate her at the waist. [53] Gin then casually comments, "That's one down". [54] As the Shinigami and Visored begin assaulting Aizen, Gin is seen commenting on Aizen's power, noting that while Kyōka Suigetsu 's power is formidable, he reiterates the fact that Aizen's power is far beyond their comprehension. [55] Sementara Gotei 13 dan Visored bertempur Espada, Ichimaru berjuang melawan Shinji sampai Aizen mengamati kematian Espada 2 dan 1 Espada dan 3 Espada Gin melawan dan mengatakan bahwa itu sudah cukup dan bahwa mereka akan mengakhiri sesuatu. [ 52] Ketika Hiyori Sarugaki jatuh untuk salah satu's ejekan Aizen dan mulai mendakwanya, Gin menggunakan nya Shikai untuk membagi dlm dua cabang-nya di pinggang. [53] Gin kemudian santai komentar, "Itu satu ke bawah". [54] Sebagai Shinigami dan Visored mulai menyerang Aizen, Gin terlihat mengomentari's kekuatan Aizen, mencatat bahwa sementara Kyōka Suigetsu kekuasaan adalah tangguh, ia menegaskan kembali fakta yang daya Aizen jauh di luar pemahaman mereka. [55]
Ichigo engages Gin Ichigo terlibat Gin
Tinni Added by Tinni Ditambahkan oleh Tinni
After the appearance of Isshin Kurosaki and his subsequent short departure with Ichigo Kurosaki , Aizen questions Gin as to why he has merely been watching during Aizen's battles. Setelah penampilan Isshin Kurosaki dan keberangkatan selanjutnya pendek dengan Kurosaki Ichigo , Aizen pertanyaan Gin seperti mengapa dia hanya telah menonton selama's pertempuran Aizen. Gin replies to Aizen's question by stating that he did not intervene as he did not see an opening nor did he think Aizen needed aid. Gin balasan untuk pertanyaan Aizen dengan menyatakan bahwa dia tidak melakukan intervensi karena ia tidak melihat pembukaan ia juga tidak berpikir Aizen membutuhkan bantuan. During this brief conversation Ichigo appears behind Gin and attacks him only to be blocked, Gin then states that it had been a while since the pair had last fought. [56] Selama percakapan singkat muncul di belakang Ichigo Gin dan serangan itu hanya akan diblokir, Gin kemudian menyatakan bahwa sudah lama sejak pasangan itu terakhir berjuang. [56]
Gin faces Ichigo as Aizen and Isshin fight in the background Gin wajah Ichigo sebagai melawan Aizen dan Isshin di latar belakang
Tinni Added by Tinni Ditambahkan oleh Tinni
He asks Ichigo if he recalls the time after he cut off Jidanbō's arm, recounting how an angry Ichigo flew at him and how at the time he thought Ichigo was such an interesting kid. Dia meminta Ichigo jika dia ingat waktu setelah ia memotong tangan Jidanbō's, menceritakan bagaimana terbang Ichigo marah padanya dan bagaimana pada saat ia berpikir Ichigo adalah seperti anak yang menarik. Ichigo states he does not remember. Ichigo menyatakan ia tidak ingat. When Gin asks if he is trying to provoke him, Ichigo explains that he is not saying that he does not remember his sword, but rather his heart. Ketika Gin menanyakan apakah dia sedang mencoba untuk memprovokasi dia, Ichigo menjelaskan bahwa ia tidak mengatakan bahwa dia tidak ingat pedangnya, melainkan hatinya. Ichigo further explains his philosophy on battle. Ichigo lebih lanjut menjelaskan filosofi nya pada pertempuran. He notes that normally he can understand a little of what someone is thinking when crossing swords with them, such as their resolve and whether they look down on their opponent. Dia mencatat bahwa biasanya ia dapat memahami sedikit dari apa seseorang berpikir ketika pedang persimpangan dengan mereka, seperti mengatasi mereka dan apakah mereka meremehkan lawan mereka. Gin makes fun of him for being so poetic but Ichigo brushes him off and continues with his explanation. Gin mengejek dia karena sikat begitu puitis tetapi Ichigo dia pergi dan berlanjut dengan penjelasannya. He states that Gin has shown nothing to him and when they last fought Gin was not paying any attention to him, though he is unsure what had his attention. Dia menyatakan bahwa Gin telah menunjukkan apa-apa baginya dan ketika mereka terakhir berjuang Gin tidak menaruh perhatian padanya, meskipun ia tidak yakin apa yang telah perhatiannya. Gin states that he had thought Ichigo was an interesting kid, but now thinks he is simply a creepy one. Gin menyatakan bahwa ia telah berpikir Ichigo adalah anak yang menarik, tapi sekarang berpikir ia hanyalah satu menyeramkan. He then notes that is starting to understand why Aizen is interested in Ichigo. [57] Dia kemudian mencatat bahwa mulai memahami mengapa Aizen tertarik pada Ichigo. [57]
The result of Kamishini no Yari's release. Hasil rilis tidak Kamishini Yari's.
Arrancar109 Added by Arrancar109 Ditambahkan oleh Arrancar109
Gin then begins to talk of his Zanpakutō, asking Ichigo if he knows how far it extends. Gin kemudian mulai berbicara tentang Zanpakutō, meminta Ichigo jika dia tahu seberapa jauh ia meluas. When Ichigo replies that he does not know, Gin states that it extends 100 times its length. Ketika Ichigo menjawab bahwa dia tidak tahu, Gin menyatakan bahwa itu meluas 100 kali panjangnya. He recalls that when he was a kid people called him Hyapponzashi (百本差し, Hundred-span ). Dia ingat bahwa ketika ia masih kecil orang memanggilnya Hyapponzashi (百本差し, Seratus-span). Ichigo maintains his disinterest in the conversation, so Gin asks him if he knows how far his Bankai can extend. Ichigo mempertahankan tertarik dalam percakapan, jadi Gin meminta dia jika dia tahu seberapa jauh Bankai nya dapat memperpanjang. Ichigo states he did not come there for a quiz. Ichigo menyatakan dia tidak datang ke sana untuk kuis. Gin is disappointed when Ichigo refuses to play his guessing game states that it can extend 13km. Gin kecewa ketika Ichigo menyatakan menolak untuk bermain permainan menebak bahwa ia dapat memperpanjang 13km. Saying that stating the number will not get the point across, he then tells Ichigo this time he won't go easy on him and releases his Bankai, Kamishini no Yari . Mengatakan bahwa nomor yang menyatakan tidak akan mendapatkan titik seberang, ia kemudian memberitahu Ichigo kali ini ia tidak akan mudah pada dirinya dan melepaskan bankai, tidak Kamishini Yari. In an instant several buildings around them are bisected and begin to topple over. Dalam beberapa bangunan instan sekitar mereka yang membelah dan mulai untuk menggulingkan atas. He swings the blade at Ichigo, but Ichigo easily blocks it. Dia ayunan pisau di Ichigo, tapi Ichigo mudah blok itu. Gin is somewhat surprised by this as Ichigo asks why, considering there is no way any Bankai could be incapable of being stopped by another Bankai. Gin agak terkejut dengan ini sebagai Ichigo bertanya mengapa, mengingat tidak ada cara apapun Bankai bisa mampu dihentikan oleh lain Bankai. Ichigo bats Gin's blade away and fires a Getsuga Tenshō, surprising Gin again as he is hit directly by the blast. pisau Ichigo kelelawar Gin sedang pergi dan kebakaran yang Tenshō Getsuga, Gin mengejutkan lagi karena ia terkena langsung oleh ledakan itu. When the smoke clears Gin is lightly injured and remarks again that Ichigo is a creepy kid. [58] Ketika asap Gin adalah membersihkan luka ringan dan ucapan lagi bahwa Ichigo adalah anak menyeramkan. [58]
Gin fighting Ichigo Kurosaki . Gin melawan Ichigo Kurosaki .
Arrancar109 Added by Arrancar109 Ditambahkan oleh Arrancar109
Gin swings his Zanpakutō and cuts another building in two, causing it to topple over and crash into the ground below. Ayunan gin Zanpakutō dan memotong gedung lain dalam dua, menyebabkan ia menjatuhkan alih dan menabrak tanah di bawah. He remarks to Ichigo that if he doesn't finish him off soon things could get a little hairy. Dia komentar untuk Ichigo bahwa jika dia tidak menghabisinya segera hal-hal yang bisa sedikit berbulu. He retracts his Zanpakutō to its normal length surprising Ichigo. Dia ditarik Zanpakutō ke panjang normal Ichigo mengejutkan. Gin then comments that since his Bankai was stopped, he will have to fight him "the old-fashioned way". Gin kemudian komentar bahwa karena bankai dihentikan, ia harus melawan dia "cara kuno". He then uses Shunpo to move himself up into the air, he then relentlessly attacks Ichigo. Dia kemudian menggunakan Shunpo dapat bergerak sendiri ke udara, ia kemudian henti serangan Ichigo. At the first pause in the combat, Ichigo tells Gin that the scariest thing about his Bankai isn't the length, or its destructive power. Pada jeda pertama dalam pertempuran itu, Ichigo Gin mengatakan bahwa hal paling menakutkan tentang bankai tidak panjang, atau kekuatan yang merusak. It's the speed at which it contracts. Ini kecepatan di mana ia kontrak. Gin is impressed by Ichigo's deductive skills and explains the speed that Kamishini no Yari extends as tucks his Zanpakutō under his arm and claps his hands together once. Gin terkesan oleh deduktif keterampilan's Ichigo dan menjelaskan kecepatan yang tidak Kamishini Yari meluas melipat Zanpakutō bawah lengannya dan bertepuk tangan bersama-sama sekali. He asks Ichigo if he heard that and explains that his blade is 500 times faster than that speed. Dia meminta Ichigo jika ia mendengar itu dan menjelaskan bahwa pisau itu adalah 500 kali lebih cepat daripada kecepatan itu. Gin remarks that Kamishini no Yari isn't the Zanpakutō with the "ultimate length", but rather the Zanpakutō with the "ultimate speed". Gin menyatakan bahwa tidak ada Kamishini Yari bukan Zanpakutō dengan "panjang akhir", melainkan Zanpakutō dengan "kecepatan tertinggi". But he states that even knowing that leaves Ichigo no chance for victory. [59] Tapi ia menyatakan bahwa bahkan mengetahui bahwa daun Ichigo ada kesempatan untuk menang. [59]
Gin knocks Ichigo into a building Gin mengetuk Ichigo ke suatu gedung
Tinni Added by Tinni Ditambahkan oleh Tinni
After knocking Ichigo into a building with his Bankai, Gin congratulates Ichigo on stopping the attack, calling it a fluke. Setelah mengetuk Ichigo menjadi bangunan dengan bankai, Gin mengucapkan selamat Ichigo pada menghentikan serangan itu, menyebutnya kebetulan. As Ichigo talks with Isshin, Gin asks Aizen if he interrupted his speech to Isshin. Seperti pembicaraan Ichigo dengan Isshin, Gin meminta Aizen jika ia menyela pidatonya Isshin. Aizen replies that he had reached the end of his speech as the Hōgyoku begins to envelop Aizen who is attacked from behind by Kisuke Urahara . [60] Gin is then seen watching the battle between Urahara and Aizen. [61] He continues to watch as Aizen emerges with his new form. [62] While Aizen continues to toy with his opponent with his newfound power, Gin casually talks to Ichigo, telling him that it is inevitable that Ichigo and his allies will die. Aizen menjawab bahwa ia telah mencapai akhir sambutannya sebagai Hōgyoku mulai menyelubungi Aizen yang diserang dari belakang oleh Kisuke Urahara . [60] Gin sehingga terlihat menonton pertempuran antara Urahara dan Aizen. [61] Dia terus menyaksikan Aizen muncul dengan bentuk barunya. [62] Sementara Aizen terus mainan dengan lawan dengan kekuatan barunya itu, Gin santai berbicara dengan Ichigo, mengatakan kepadanya bahwa itu tidak bisa dihindari bahwa Ichigo dan sekutu-sekutunya akan mati. Upon seeing that Ichigo's resolve to fight has faltered, he disappointedly states that Ichigo really is just a kid and that he must be removed from the battle. Setelah melihat bahwa tekad Ichigo untuk memerangi telah goyah, ia kecewa menyatakan bahwa Ichigo benar-benar hanya anak-anak dan bahwa ia harus dikeluarkan dari pertempuran. He then unleashes his Bankai's Butō assault on Ichigo, who dons his Hollow mask in response. [63] After the assault, Ichigo is left winded and his mask shattered. Dia kemudian melepaskan bankai Buto serangan di Ichigo, yang don topeng Hollow di respon. [63] Setelah serangan itu, Ichigo yang tersisa tele dan topeng hancur. Gin once again mocks Ichigo's frail resolve, noting that back then when they crossed blades in Soul Society, Ichigo was much fiercer than he is now. Gin sekali lagi mengolok-olok menyelesaikan lemah Ichigo, mencatat bahwa saat itu ketika mereka menyeberang pisau di Soul Society, Ichigo jauh lebih ganas daripada dia sekarang. No longer concerned with him, Gin plainly tells Ichigo to run away. [64] Tidak lagi peduli dengan dia, Gin jelas mengatakan Ichigo untuk melarikan diri. [64]
Gin appears behind Ichigo Gin muncul di belakang Ichigo
Tinni Added by Tinni Ditambahkan oleh Tinni
Whilst Ichigo turns to watch Aizen's fight, Gin remarks that Ichigo should not turn away when he's standing right next to him. Sementara Ichigo berubah untuk menonton melawan Aizen's, komentar Gin bahwa Ichigo seharusnya tidak berpaling ketika ia berdiri tepat di sampingnya. He tells Ichigo that he is no longer a warrior, Shinigami, Hollow or even a person anymore. Dia memberitahu Ichigo bahwa ia tidak lagi seorang pejuang, Shinigami, Hollow atau bahkan orang lagi. He asks Ichigo if he thinks that he can beat Aizen now that he has beaten Isshin, Kisuke and Yoruichi. Dia meminta Ichigo jika ia berpikir bahwa ia bisa mengalahkan Aizen sekarang bahwa ia telah dipukuli Isshin, Kisuke dan Yoruichi. He offers to allow Ichigo to run, saying that he has lost interest in him and Aizen will be disappointed to see him as he is. Dia menawarkan untuk mengizinkan Ichigo untuk menjalankan, mengatakan bahwa ia telah kehilangan minat dalam dirinya dan Aizen akan kecewa melihat dia sebagai dia. Gin finishes by saying that Ichigo 'knows' about Aizen's power and draws his Zanpakutō to finish him, but he is stopped by Aizen. Gin selesai dengan mengatakan bahwa Ichigo 'tahu' tentang kekuasaan Aizen dan menarik Zanpakutō untuk menyelesaikan, tapi dia dihentikan oleh Aizen. When Aizen asks what Gin is doing, he simply replies that he was testing Ichigo's strength. Ketika Aizen bertanya apa Gin lakukan, ia hanya menjawab bahwa ia sedang menguji kekuatan Ichigo. Aizen instructs Gin to open a Senkaimon so that they can attack the real Karakura Town in Soul Society. Aizen menginstruksikan Gin untuk membuka Senkaimon sehingga mereka dapat menyerang Karakura Town yang sebenarnya di Soul Society. As Aizen's transformation completes, Gin remarks that his incubation period has ended and he opens the Senkaimon. Sebagai transformasi Aizen's selesai, komentar Gin periode inkubasi telah berakhir dan ia membuka Senkaimon. He then enters the Senkaimon with Aizen. [65] . Dia kemudian memasuki Senkaimon dengan Aizen. [65] .
Aizen destroying the Kōtotsu Aizen menghancurkan Kōtotsu
Tinni Added by Tinni Ditambahkan oleh Tinni
As they travel through the Dangai Precipice World , Gin comments on the nostalgic feel of the place. Ketika mereka melakukan perjalanan melalui jurang Dangai Dunia , komentar Gin pada nostalgia merasakan tempat itu. Aizen agrees before they are confronted with the Kōtotsu (拘突, Wresting-Surge ). Aizen setuju sebelum mereka dihadapkan dengan Kōtotsu (拘突, merebut-Surge). Gin urges Aizen to get going but Aizen holds his ground, prompting Gin to comment that as the Kōtotsu is a being of reason and not Reiatsu , as such, nothing can be done to it with Reiatsu . Gin Aizen mendesak untuk segera pergi, tapi Aizen memegang tanah yang mendorong Gin memberikan komentar bahwa sebagai Kōtotsu adalah makhluk yang akal dan tidak Reiatsu , dengan demikian, tidak ada yang bisa dilakukan untuk itu dengan Reiatsu . However, Aizen continues to hold his ground and then destroys the Kōtotsu as it gets close. Namun, Aizen terus bertahan dan kemudian menghancurkan Kōtotsu karena mendapat dekat. Aizen then asks Gin what he is afraid of, saying that reason is for those who cannot live without clinging to it. Aizen lalu bertanya Gin apa yang dia takut, mengatakan alasan itu adalah bagi mereka yang tidak bisa hidup tanpa menempel ke sana. Aizen then invites Gin to come with him to reason's horizon. [66] Once they arrive in Soul Society, Aizen notes that they are some distance away from where Karakura Town is. Aizen kemudian mengundang Gin untuk datang dengan dia untuk's cakrawala alasan. [66] Setelah mereka tiba di Soul Society, catatan Aizen bahwa mereka agak jauh dari tempat Karakura Town ini. Gin asks Aizen not to make it sound as if it was his fault, blaming it squarely on Aizen's destroying the Kōtotsu . Gin Aizen meminta untuk tidak membuatnya terdengar seolah-olah itu adalah salahnya, menyalahkan itu tepat di Aizen's menghancurkan Kōtotsu. Aizen concedes that, that might be the case and apologies before starting to walk towards Karakura Town. [67] Aizen mengakui bahwa, yang mungkin terjadi dan permintaan maaf sebelum mulai berjalan menuju Karakura Town. [67]
Gin and Aizen arrive in Soul Society Gin dan Aizen tiba di Soul Society
Tinni Added by Tinni Ditambahkan oleh Tinni
When Gin and Aizen arrive on the outskirts of Karakura Town, Aizen notes that it is likely to be the last time they see both Karakura Town and Soul Society. [68] While in the real Karakura Town, Gin spots Tatsuki Arisawa helping to move her friends, whom Aizen identifies as Ichigo's ally. [69] As they approach Ichigo's friends, Keigo runs away from them. Ketika Gin dan Aizen tiba di pinggiran Karakura Town, catatan Aizen bahwa mungkin terakhir kali mereka melihat kedua Karakura Town dan Soul Society. [68] Sementara di Kota Karakura yang nyata, Gin bintik Tatsuki Arisawa membantu memindahkannya teman, yang Aizen mengidentifikasi sebagai sekutu Ichigo. [69] Ketika mereka pendekatan-teman Ichigo, Keigo melarikan diri dari mereka. Aizen tells Gin that there is no need to follow him and that they will start with Tatsuki. [70] However, before they can do anything, they are interrupted by Don Kanonji who hits Aizen in the face with his Kan'onball attack and then strikes his trademark pose. Aizen mengatakan Gin bahwa tidak perlu mengikuti dia dan bahwa mereka akan mulai dengan Tatsuki. [70] Namun, sebelum mereka bisa melakukan apa-apa, mereka terganggu oleh Don Kanonji yang hits Aizen dalam menghadapi dengan serangan Kan'onball dan kemudian pemogokan pose khasnya. Gin, along with Tatsuki, are dumbfounded by Don's antics. Gin, bersama dengan Tatsuki, yang tercengang oleh tingkah laku Don. As Kanonji proceeds to charge Aizen, he is stopped by Rangiku - who tells both Aizen and Gin that she made it in time. [71] Sebagai Kanonji hasil untuk mengisi Aizen, dia dihentikan oleh Rangiku - yang mengatakan baik Aizen dan Gin bahwa dia berhasil dalam waktu. [71]
After Rangiku forces Kanonji to run away, Gin begs Aizen's leave to talk with Rangiku elsewhere. Setelah pasukan Kanonji Rangiku melarikan diri, Gin meninggalkan Aizen memohon untuk berbicara dengan Rangiku tempat lain. Aizen tells him to take his time and assures Gin that he won't be inconveniencing him. Aizen memberitahu dia untuk mengambil waktu dan Gin meyakinkan bahwa ia tidak akan merepotkan dia. Gin grabs Rangiku and flies up with her but Rangiku tells him to let her go and eventually breaks free to land on the roof some distance away from him. meraih Gin Rangiku dan lalat dengan dia, tapi Rangiku memberitahu dia untuk membiarkan dia pergi dan akhirnya istirahat bebas untuk mendarat di atap agak jauh dari dia. He then asks her what she is doing there when she can barely stand and she explained that she opened a Senkaimon as soon as his Reiatsu disappeared. Dia kemudian bertanya apa yang ia lakukan di sana ketika dia hampir tidak bisa berdiri dan ia menjelaskan bahwa ia membuka Senkaimon segera setelah itu Reiatsu menghilang. Gin tells her that he didn't ask her how she got there but what she was doing there. Gin mengatakan kepadanya bahwa ia tidak bertanya bagaimana dia sampai di sana tetapi apa yang dia lakukan di sana. Rangiku answers that it is because of him and that now she can ask him why he's following Aizen and why he betrayed Izuru Kira who had so much faith in him. Rangiku jawaban bahwa itu adalah karena dia dan bahwa sekarang ia dapat meminta kepadanya mengapa dia mengikuti Aizen dan mengapa ia mengkhianati Izuru Kira yang besar iman begitu dalam dirinya. Gin in-turn asks if that's seriously what she is asking him and demands to know if it was really Kira's faith in him that was betrayed. Gin di-gilirannya bertanya apakah itu serius apa yang dia minta dia dan menuntut untuk mengetahui apakah itu benar-benar iman Kira dalam dirinya yang dikhianati. He then approaches her, saying he doesn't know why she came and upon getting close to her draws his Zanpakutō on her, telling her that she's in the way. [72] He is later seen jumping down from the rooftop, leaving Rangiku lying on the ground [73] and returns to Aizen's side, [74] prompting Aizen to ask him what happened to Matsumoto, to which Gin simply states he killed her. Dia kemudian mendekatinya, mengatakan dia tidak tahu mengapa dia datang dan setelah semakin dekat dengannya menarik nya Zanpakutō pada dirinya, mengatakan bahwa dia di jalan. [72] Ia kemudian terlihat melompat turun dari atap, meninggalkan Rangiku berbohong di atas tanah [73] dan kembali ke's sisi Aizen, [74] mendorong Aizen menanyakan apa yang terjadi pada Matsumoto, yang Gin hanya menyatakan ia membunuhnya. Aizen admits he is surprised as he thought Gin had feelings for her. Aizen mengakui bahwa ia terkejut karena ia berpikir Gin memiliki perasaan untuknya. Gin states he has nothing like feelings. Gin menyatakan ia tidak ada seperti perasaan. He then reminds Aizen that he told him long ago that he is a snake, and further explains his mannerisms are akin to that of a snake. [75] Dia kemudian mengingatkan Aizen bahwa ia mengatakan kepadanya lama bahwa ia adalah ular, dan selanjutnya menjelaskan laku nya yang mirip dengan yang ular. [75]
Gin betrays Aizen. Gin mengkhianati Aizen.
Blackstar1 Added by Blackstar1 Ditambahkan oleh Blackstar1
Aizen attacks Gin after his failed attempt to kill him. Aizen serangan Gin setelah usaha gagal untuk membunuh dia.
Yyp Added by Yyp Ditambahkan oleh Yyp
He then casually walks by Aizen as the Ichigo's friends run off, prompting Aizen to state that he is tired of playing cat and mouse. Dia kemudian berjalan santai oleh Aizen sebagai teman-teman Ichigo lari, mendorong Aizen untuk menyatakan bahwa ia bosan bermain kucing dan tikus. Gin then asks what he intends to do with them, to which Aizen states that after killing them he will hang their corpses in a visible location outside of town and then they shall begin creating the Royal Key. Gin kemudian bertanya apa yang hendak dilakukannya dengan mereka, yang menyatakan bahwa Aizen setelah membunuh mereka ia akan menggantung mayat mereka di lokasi yang terlihat di luar kota dan kemudian mereka akan mulai membuat Key Royal. Gin tells him it sounds good as he will be the one to kill them all, he then places his hand on Aizen's Zanpakutō blade. Gin memberitahu dia kedengarannya bagus karena dia akan menjadi orang yang membunuh mereka semua, ia kemudian menempatkan tangannya di blade Zanpakutō Aizen's. Gin then throws up his sleeve and releases Kamishini no Yari from under his arm impaling a surprised Aizen through the chest. Gin kemudian melemparkan lengan bajunya dan melepaskan tidak Kamishini Yari dari bawah lengannya impaling sebuah Aizen terkejut melalui dada. Gin looks back at Aizen and states the sole way to escape Kyōka Suigetsu's ability is to be touching the blade itself before "Complete Hypnosis" is activated. Gin melihat kembali pada Aizen dan negara satu-satunya cara untuk melarikan diri kemampuan Kyōka Suigetsu adalah menjadi menyentuh pisau itu sendiri sebelum "Hypnosis Complete" diaktifkan. He ponders about how getting that information out of Aizen took many decades. Dia merenungkan tentang bagaimana mendapatkan bahwa informasi dari Aizen mengambil beberapa dekade. He then states that despite not a single being in the Gotei 13 knowing that fact, they all intended to kill Aizen nonetheless. Dia kemudian menyatakan bahwa meskipun tidak satu berada di Gotei 13 mengetahui fakta bahwa, mereka semua dimaksudkan untuk membunuh Aizen tetap. As Gin retracts his Zanpakutō he admits that watching them try kill him gave him anxiety, since the only one who can kill Aizen is him. Sebagai Gin ditarik Zanpakutō dia mengakui bahwa menonton mereka mencoba membunuhnya memberinya kecemasan, karena satu-satunya yang dapat membunuh Aizen adalah dia. As blood flows out his chest Aizen grabs his wound and tells Gin that he knew all along and he brought him with him to see how he would go about trying to end his life, but he mentions how unfortunate if he thought that attack would do it. Sebagai darah mengalir keluar dadanya meraih Aizen lukanya dan mengatakan Gin bahwa ia tahu semua bersama dan ia membawanya dengan dia untuk melihat bagaimana dia akan pergi tentang mencoba untuk mengakhiri hidupnya, tetapi ia menyebutkan bagaimana disayangkan jika ia berpikir serangan yang akan melakukannya . Gin interrupts stating that he never imagined that it would. Gin interupsi menyatakan bahwa ia tidak pernah membayangkan bahwa hal itu akan. He then has Aizen take note of a nick in the blade of his Zanpakutō. Dia kemudian telah Aizen mencatat nick di pisau Zanpakutō. He then points to Aizen and states he put that little missing piece inside him. Dia kemudian menunjuk Aizen dan menyatakan bahwa ia meletakkan sepotong kecil hilang dalam dirinya. Aizen is confused as Gin explains he told him about his Bankai ability a long while back, he then mentions that he lied. Aizen adalah bingung Gin ia menjelaskan bercerita tentang kemampuan Bankai lama waktu lalu, ia kemudian menyebutkan bahwa ia berbohong. Gin admits it doesn't extend as long as he said and doesn't move as fast, either. Gin mengakui tidak memperpanjang selama dia katakan dan tidak bergerak cepat, baik. It simply turns to dust for one moment while extending and contracting. Ini hanya berubah menjadi debu untuk sesaat sementara memperluas dan kontraktor. While in the interior of the blades a deadly poison capable of breaking down cells is secreted. Sementara di bagian dalam pisau racun mematikan yang mampu memecah sel-sel yang dilepaskan. Aizen is surprised at the revelation as Gin senses he now understands that during the time between striking his heart and pulling his sword back, he left a tiny sliver of that dust right in his heart. Aizen terkejut dengan wahyu sebagai indera Gin ia sekarang mengerti bahwa selama waktu antara mencolok hatinya dan menarik pedangnya kembali, dia meninggalkan sepotong kecil yang benar debu dalam hatinya. Aizen attempts to say something but Gin simply tells him if he intends to speak he should do so soon, but then again no matter how quickly he tries to talk he is going to die either way. Gin then places his hand up to Aizen's chest and activates his technique Kill, Kamishini no Yari . Aizen curses him as Gin simply smiles and tells Aizen that a hole will open in his chest and he's gonna die, he then mentions that's what he has always wanted. Gin then watches as Aizen chest begins to dissolve from the inside out leaving a gaping hole with the Hōgyoku floating the middle. [76]
Rangiku finds Gin after Aizen defeats him.
Tinni Added by Tinni Ditambahkan oleh Tinni
Gin moves to take the Hōgyoku but Aizen grabs ahold of his wrist and throws him, but Gin still gets away. [77] Gin goes around the side of a nearby building and looks at the Hōgyoku in the hand of in his now injured arm. He then senses an eruption of a large amount of reiatsu as Aizen emerges with a new form. Aizen states that this is his victory and that, whether the Hōgyoku Gin stole was within him or not, it is already his. The Hōgyoku in Gin's hand begins to glow prompting Gin to wonder what is happening. As Aizen draws near with the the center of his chest radiating light as Gin turns to face him. [78] Aizen slashes him vertically across the chest. [79] The Hōgyoku disintegrates in Gin's hand and reassembles itself in the cross-like structure at the center of Aizen's chest. Gin reaches for it but Aizen grabs him by the wrist, rips off his right arm, and impales Gin through the chest with his blade. Aizen then states that fear is necessary for evolution, the fear that one could be annihilated at any moment. He then thanks Gin for his efforts as he now has risen to an existence that surpasses both Shinigami and Hollow . Aizen throws Gin into a nearby building. [80] Rangiku arrives unharmed and screams his name, she holds him in her arms and cries. As Gin slowly dies, he affirms to himself that he failed, as in the end, he couldn't get back what was taken from her and that he is glad he said he was sorry. [81] Upon Ichigo's arrival Gin notices the strength in his eyes after only seeing the despair in them previously, he then takes solace in the fact that he can die and entrust the task of killing Aizen to him. [82]

Powers & Abilities Powers & Kemampuan Edit bagian Powers & Kemampuan Edit Edit

Gin's Battle Data, clockwise. Top: Offense (80), Top Right: Defense (80), Bottom right: Mobility (80), Bottom: Kidō/Reiatsu (80), Bottom Left: Intelligence (80), Top Left: Physical Strength (80). Total: 480/600. [83]
Fluffsamurai Added by Fluffsamurai
Genius Intellect : When Gin was younger, he was hailed as a child genius. He was highly proficient in his classes at the Shinigami Academy and he graduated in one year. His skill was already evident at a young age when he gained a seated position in the 5th Division shortly after graduating, ultimately surpassing the previous child prodigy Kaien Shiba , who was already an adult and had taken five years to become a seated officer. [84] Gin has shown himself to be highly manipulative and deceptive even when it's evident. He comes out unscathed due to the calm confusion he plays at, which is a testament to his overall strategy. In his battle with Hitsugaya, Gin was able to manipulate the positions of three people so Hitsugaya would have to choose between saving his own life or Hinamori's without any visible effort. He has shown capable of simple deception by having his opponent focus on one thing to hide the true threat. [85]
Master Swordsmanship Specialist : Gin is a highly proficient combatant. In combat, he doesn't seem the least bit taken back by the abilities of his opponent, even when they seemingly have an advantage. He fights with seemingly no effort behind his attacks. His ability to wield his combat skills was evident even when he was a child. He easily defeated and killed the former third seat of the 5th division, who by rank and age should have been more powerful and skilled than him. He is commonly seen using his Zanpakutō's special ability, allowing him to be quite deadly at a distance, which is capable of killing multiple targets in one shot. [86] [87] He has shown the ability to use extreme speed mixed with a calm composure and precise attacks. [88]
Immense Spiritual Power : Gin, without putting out any effort, easily incapacitated Chad, Orihime, Uryū, Makizō, and Ganju with his Reiatsu just by facing the direction they were coming from. [89]
Shunpo Expert : Though never actually shown using this in combat, after his battle with Tōshirō Hitsugaya , he used an impressive Flash Step to retreat. [90] He is also able to fight on even grounds and speeds with Ichigo using Tensa Zangetsu. [91]
Enhanced Durability : Gin's durability is strong enough to withstand a direct hit from Ichigo Kurosaki's Getsuga Tensho, only suffering a light wound to his forehead as a result. [92]
Kidō Practitioner : Gin's actual ability is unknown but he cast Hakufuku on Rangiku Matsumoto , preventing Sōsuke Aizen from perceiving her reiatsu. [93]

Zanpakutō Zanpakutō Edit bagian Zanpakutō Edit Edit

Shinsō (神鎗, God Spear ; Viz "Sacred Spear"): It looks like an ordinary wakizashi . The hilt is light-blue with a tsuba made of two slim swirls of metal looping around the blade to make an open oval, resembling an "S".
Shinsō released.
Tinni Added by Tinni Ditambahkan oleh Tinni
  • Shikai : It is triggered by the phrase "Shoot to kill" (射殺せ, Ikorose ). In the English Dub, however, he uses a command related to piercing/stabbing and ends the phrase with a personal pronoun (him, her, it) defining who he wants to hit. [94] [95] [96]
Shikai Special Ability : In its Shikai, Shinsō's blade glows white and extends at high speed to impale Gin's opponents from a distance. The blade also carries tremendous force when extending, as seen when Gin pushes both Ichigo Kurosaki and the giant Jidanbō out from under the Seireitei gate, despite the latter being firmly braced under it. In addition, Gin can maintain the extension and swing the activated Shinsō in wide arcs, attacking multiple targets quickly and simultaneously. [97] [98] Shinsō is capable of reaching a maximum length equivalent to one hundred times its original length, earning it the nickname Hyapponzashi (百本差し, Hundred-span ) when Gin was younger. [99]
Kamishini no Yari destroys its surroundings
Tinni Added by Tinni Ditambahkan oleh Tinni
  • Bankai : Kamishini no Yari (神殺鎗, God-Killing Spear ): In its Bankai state, Gin's Zanpakutō does not change in appearance at all, retaining its small wakizashi form. However, as Kamishini no Yari , the blade is capable of reaching lengths equivalent to 13 kilometers (roughly 8.1 miles) at 500 times the speed of sound. The blade can also retract to its normal size at the same rate. [100] [101] Gin has also stated his bankai is not as fast or as long as he claims but he hasn't elaborated on this statement further to determine what he is specifically referring to. [102]
Bankai Special Ability : Gin's Bankai's main basic abilities are essentially the same possessed by his Shikai, but its power, length and speed are vastly amplified. The blade's tremendous cutting power is significantly increased, to the point where Gin is capable of swiftly cutting an entire town in half with a single stroke while standing a great distance away. [103]
  • Poison : Kamishini no Yari's true ability as well as its deadliest aspect is not based on its length or speed but rather its ability to turn into dust for just a second when it expands out and contracts. There is a deadly poison inside the blade that dissolves and breaks down cells. He can leave a sliver of his Zanpakuto in an opponent when he retracts Kamishini no Yari, allowing him to kill an opponent at any time when he chooses to by uttering the release command " Kill, Kamishini no Yari " (殺せ, 神殺鎗, Korose, Kamishini no Yari ) for the technique, while placing his hand up to the target. The result causes the target to completely break down and dissolve at the cellular level from the inside out. [104]
  • Blade Extension & Contraction : Gin has made claim that his Bankai can achieve its full length at 500 times the speed of sound: exactly 171,500 meters per second in order to arrive at its full length of 13km in under 0.08 seconds, which would make Kamishini no Yari not the longest Zanpakutō, but the fastest. Because the blade's extension and contraction speed is a highly dangerous ability, Gin tends to downplay its speed whenever he talks about his Zanpakutō, and instead focuses on the length and power of the blade in order to gain a psychological advantage over his opponent. [105]
Gin's Butō Technique
Salubri Added by Salubri
  • Butō (舞踏, Dance (Step) ): By adopting a stance where he firmly grips Kamishini no Yari with both hands and places the Zanpakutō's hilt squarely to the center of his chest, Gin is able to unleash the tremendous extension and contraction properties of his Bankai to an even more terrifying extent than its normal state. This occurs in the form of a piercing maneuver where the extension and contraction of the blade becomes almost completely-unseen to even the most-diligent of observers. [106]
Gin's Butō Renjin Technique
Tinni Added by Tinni Ditambahkan oleh Tinni
  • Butō: Renjin (舞踏連刃, Dance (Step) Serial Blade ): This ability repeats the action of extending and subsequently contracting Kamishini no Yari , as observed within the technique Butō , multiple times in rapid succession. The entirety of this process is completed in a mere moment, resulting in the individual steps involved in this technique becoming virtually indistinguishable from each other, generating an apparent mass of numerous blades that leaves little opportunity for the intended victim to evade successfully. [107]

Appearances in Other Media Penampilan di Media Lain Edit Penampilan di bagian Media Lain Edit Edit

Anime Omake Segment: Arrancar Encyclopedia Edit Anime Omake Segment: Arrancar Encyclopedia section Edit Edit

Gin hosting the Arrancar Encyclopedia segments.
Tinni Added by Tinni Ditambahkan oleh Tinni
Gin is the host of the Arrancar Encyclopedia , an Omake Segment that airs at the end of some Anime episodes, where he outlines various facts about Arrancar. Each sketch usually starts with the surprise guest for that segment announcing the name of the sketch, at which point Gin will give a short course on a specific Arrancar topic, such as their standard abilities. Once Gin has finished, the person that announced the name shows up to comment on the topic, usually resulting in a humorous retort by Gin. Outside a few exceptions hosted by other characters (such as Kaname Tōsen , Szayel Aporro Granz , Dondochakka Birstanne , and recently Ichigo Kurosaki ), all episodes have been directly hosted by him.

Music: Bleach Beat Collection Edit Music: Bleach Beat Collection section Edit Edit

Bleach Beats - Ichimaru Gin
AnimeRules Added by AnimeRules
Bleach Beat Collection First Session Vol 05: Ichimaru Gin is an album inspired by Gin. Gin's seiyū, Kōji Yusa, sings the songs in Gin's voice.
  • Track: 01 - Sekai wa Sude ni Azamuki no Ue ni (The World is Already Above Deceit)
  • Track: 02 - Fuyu no Hanabi featuring Rangiku (Winter Fireworks)
  • Track: 03 - Hyōri (Inside and Outside)
  • Track: 04 - Sekai wa Sude ni Azamuki no Ue ni (Instrumental Version)

Video Games Video Games Edit bagian Video Games Edit Edit

  • Gin has been a playable character in every Bleach video game to date, except Bleach: Heat the Soul . Several of these games have given Shinsō an additional ability called Yarisazame (槍紗, Spear Rain ), which is activated with the command "Pour Down" (降り注げ、, furi sosoge ; "Rain" in the English versions). Gin performs Yarisazame by extending Shinsō into the air, causing swords to rain down on his opponent.

Sealed Sword Frenzy OVA Edit Sealed Sword Frenzy OVA section Edit Edit

Gin, Aizen, and Tōsen are the last three people to be seen in the OVA. They appear after the credits in the human world having tea. Gin gets the last speaking role of the OVA, telling the audience to be "careful on your way home."

Trivia Keremehan Edit bagian Trivia Edit Edit

Gin's red eyes, momentarily shown when he battles against Hitsugaya.
Evilpuppy123 Added by Evilpuppy123 Ditambahkan oleh Evilpuppy123
  • The color of Gin's eyes has varied throughout the series' medium. They are shown as blue on the cover of Volume 20 and Episode 270 onwards. However, early episodes of the anime depicts them as red, and Bleach: Dark Souls has them colored yellow.
  • Although only heard in two episodes (22 and 52-53), Gin's "bye bye" has become very popular with the fans and even became the sound of one of Gin's "fast move attack" in Bleach Heat the Soul 5.
  • While it remains the same in the original Japanese version, Shinsō's release command varies in the English dub of the anime (" Impale him ," " Slay them ," " Pierce his flesh ," " Shoot to kill ,"), as well as in Bleach: Shattered Blade and the DS series (" Shoot 'em dead ").
  • Gin was among the four Bleach characters to make the top 100 list in Newtype Japan's 2007 list of the most popular anime characters.
  • Tite Kubo remarked in a 2004 Shōnen Jump character commentary that Gin's popularity, especially among women, was a great surprise to him, as he had attempted to make Gin creepy and off-putting in appearance.
  • Gin's Shinsō came 8th in the Zanpakutō poll .
  • In the Bleach best bout poll Ichimaru's fight with Hitsugaya came in fifth place. [109]
  • The Shinigami Women's Association published a Photo Collection showcasing Gin named White Snake but it was cancelled. [110]
  • Gin was author of the now suspended column That's Absurd for the Seireitei Communication [111]

Quotes Tanda kutip Edit bagian Quotes Edit Edit

  • (To Jidanbō Ikkanzaka ) "What idiotic rules are you talking about? You misunderstood. Even when the guardian loses, the guardian may still not open the door. If the guardian lost, then that would mean... he must be executed." [112]
  • (To Rangiku Matsumoto ) "It would have been nice if my capture lasted a little longer. Farewell Rangiku. Sorry." [113]
  • (To Rukia Kuchiki) "Would you like me to save you?... Just kidding." [115]
  • "I'm not too fond of sad stories." [117]
  • (To Ichigo Kurosaki) "Y'know it's useless now. I've been with Aizen-san for a long time an' this is the first time I've seen something like this. Well, I suppose that's a given since he went and absorbed the Hōgyoku while we weren't paying attention. You get it, right? There ain't nothin' more to be done. You an' all them folks are gonna get killed and that'll be all she wrote." [119]
  • (To Sōsuke Aizen ) "Emotions? Nope, I've got nothin' like that. I told you when we first met, didn't I? I'm a snake. With cold skin, no emotions, that slithers around searching for prey with its tongue, swallowing down whatever looks tasty." [120]
  • (As a child, to Rangiku Matsumoto) "I've decided. I'm going to become a Shinigami. Become a Shinigami and change things. So that they'll end...without Rangiku having to cry." [121]